Senin, 07 November 2011

Pengusaha sukses punya faktor x


Apakah Anda berbakat menjadi pengusaha sukses atau menjadi pecundang? Apakah Anda punya Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), dan Adversity Quotient (AQ) tinggi lalu Anda berpikir jika berbisnis pasti akan sukses? Tunggu dulu, dari hasil penelitian ternyata ada faktor X yang membuat seseorang bisa sukses dalam bisnis.

Faktor X itu adalah Practical Intelligence (PI). PI inilah yang menjadi faktor pembeda antara pengusaha sukses dan yang tak berhasil.

Menurut J. Robert Baum, Director of Entrepreneurship Research di University of Maryland, AS, PI (Practical Intelligence) adalah suatu pengalaman berdasarkan akumulasi keterampilan dan pengetahuan disertai kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan itu dalam memecahkan masalah setiap hari. Dengan kata lain, PI dapat disebutkan sebagai "know-how", kata Baum.

Orang yang hidupnya berorientasi belajar memiliki peluang untuk menjadi pengusaha sukses. Orang yang hanya sedikit belajar dari pengalamannya hanya akan mendapat sedikit kemampuan Practical Intelligence-nya (PI-nya rendah). "Practical Intelligence adalah hasil dari pengalaman yang dialaminya langsung yang menjadi bahan pelajaran baginya," ujar Baum. "Mereka yang memiliki Practical Intelligence tinggi cenderung mengembangkan pengetahuannya melalui bekerja (melakukannya/mempraktikannya) dan belajar, bukan dengan cara melihat dan mendengar," katanya lagi.

Orang yang memiliki kecerdasan umum (IQ, EQ, dan sebagainya) tinggi kadang-kadang gagal dalam bisnis. Tetapi banyak orang yang memiliki IQ yang lebih rendah namun bisa sukses dalam berbisnis. Practical Intelligence bisa menjelaskan kenapa ini terjadi, kata Baum.

Dalam penelitiannya, Baum bersama rekannya, Barbara Jean Bird (American University) dan Sheetah Singh (University of Maryland) mengumpulkan data perbandingan prediksi pertumbuhan bisnis dari pebisnis baru dan pebisnis yang sudah terbukti sukses (berpengalaman). Ternyata pebisnis yang sudah terbukti sukses bisa memprediksi perkembangan bisnisnya mendekati hasil yang dicapai (realisasi target) dibanding para pendatang baru yang belum berpengalaman.

Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah pengalamannya dalam menangani permintaan pasar mengenai produk-produk mana saja yang menguntungkan dan diminati pasar, memiliki sumber-sumber pendanaan, pengalaman di bidang industrinya dan kemampuannya membuat rencana strategis untuk meraih keuntungan. Kemampuan ini yang tak dimiliki pebisnis baru.

Karena itu terjun langsung ke bidang yang digelutinya merupakan kunci sukses seorang pebinis. Dari sanalah Practical Intelligence-nya akan dibangun. Makin tinggi pengalaman dan kemampuan belajarnya dari pengalaman, makin tinggi pula Practical Intelligence-nya sehingga faktor suksesnya pun akan meningkat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar